Rabu, 13 Agustus 2014

Panduan Membeli Kamera Untuk Pemula ala Arbain Rambey

Diambil dari kultwiit Arbain Rambey-fotografer profesional-dari akun twitter @arbainrambey, berikut ini ada beberapa hal penting yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum membeli kamera.
  1. Yakinkan diri bahwa Anda memang perlu beli kamera, bukan cuma ikut2an. Kamera itu butuh uang banyak.... 
  2. Tentukan, kamera yg Anda beli untuk apa? Untuk hobi serius atau untuk dibawa merekam apa saja, kapan pun?
  3. Kalau untuk senjata harian, untuk merekam apa saja, Anda cukup beli kamera saku. DSLR akan membebani Anda.
  4. Kamera saku tak perlu mengacu merek karena Anda tak perlu ganti-ganti lensa. Pilih merek terkenal dan pilih model yg Anda suka.
  5. Walau cuma kamera saku, biasakan membeli yang garansi resmi. Harga BM (Black Market) tak beda banyak dan itu akan merepotkan nantinya
  6. Bawa kamera saku setiap hari dan usahakan minimal sekali memotret. Kamera Anda akan awet kalau dipakai teratur.
  7. Kalau Anda yakin akan berhobi fotografi secara serius, bolehlah memutuskan beli DSLR
  8. Beli kamera DSLR hrs dengan keyainan bahwa itu bukan pengeluaran pertama. Akan banyak pengeluaran selanjutnya
  9. Dalam membeli DSLR, pilihan merek sangat menentukan masa depan. Pilihan merek ibarat pilihan rel yg akan dilewati .
  10. Dlm membeli DSLR, tak pernah ada merek terbaik. Yang ada adalah merek yang memberi Anda kelangsungan hobi/profesi dgn baik..
  11. Dlm menentukan pilihan merek yg akan dibeli, patokannya adalah teman-teman  terdekat Anda pakai apa?.
  12. Persamaan merek dengan teman-teman dekat memberi Anda banyak kemudahan, dan beli asesori sampai dgn memahami error
  13. Ada kamera entry level, yaitu DSLR termurah, ada kamera semi pro, dan ada kamera DSLR kategori pro..
  14. DSLR entry level adalah DSLR termurah, biasanya sekitar Rp 5 juta, dan ini tidak buruk. Hanya, kemampuan terbatas
  15. DSLR entry level pun bisa menghasilkan foto untuk kaum pro, dan bisa melakukan apa pun, tapi sekali lagi : terbatas!
  16. Sedangkan DSLR semi pro, kadang jg dipakai kaum pro untuk cadangan. Jadi, kemampuan juga bagus. Harga sekitar belasan juta.
  17. Intinya, beliliah DSLR sebatas uang yg ada...makin mahal makin baik dan sesungguhnya makin awet secara umum karena bahan lebih baik
  18. DSLR entry level itu kalau di Canon yg tiga dan empat digit...di Olympus yg tiga digit...di Nikon pokoknya yg sekitar 6 juta
  19. Ada yg beranggapan bahwa poket bisa digantikan HP. Ada benarnya, tp HP tak bisa tele
  20. Kamera apa pun yg Anda punya sebaiknya dipakai tiap hari krn akan lbh awet. Jarang dipakai adalah salah satu sumber error..
  21. Kamera digital apa pun, umurnya cuma sekitar 6 tahun, dipakai atau tak dipakai. Jadi, sebaiknya dipakai terus.

Perangkat Fotografi


Anda tidak akan bisa memotret keindahan malam hari hanya dengan kamera saku, dimana di dalam sistem kamera tersebut tidak memiliki kendali penuh terhadap fitur-fitur fotografi. Anda akan kesulitan mendapatkan gambar impian Anda jika hanya mengandalkan pemotretan bisa (bidik dan jepret). Untuk memotret di malam hari setidaknya bawa serta perangkat-perangkat di bawah ini beserta Anda:
  • Tripod, kokoh tetapi cukup ringan memudahkan untuk mobilitas.
  • DSLR
  • Remote Shutter Release
  • Lensa wide-angle (Optional), kebanyakan foto dramatis di malam hari dihasilkan oleh lensa wide
  • Lens hood, berfungsi untuk mengurangi flare lensa.

Mungkin timbul pertanyaan pada diri Anda, kenapa tidak ada rekomendasi tentang penggunaan flash? Artikel ini mengasumsikan Anda berada di tengah kota dan kemungkinan terjadinya pemadaman listrik cukup kecil sekali, dan Anda masih bisa melihat suasana kota dengan intensitas cahaya yang cukup. Keadaaan serta kondisi sebuah kota mungkin bervariasi, jadi jika Anda merasa perlu untuk membawa flash, maka tidak ada salahnya Anda membawanya

Focal Point dari sebuah gambar


Sebuah Focal Point atau titik fokus bisa berupa apa saja bagi seseorang, bagi sebuah bangunan, gunung, bunga, dan lain-lain. Semakin menarik sebuah Focal Point itu lebih baik, tetapi ada hal-hal lain yang bisa Sobat lakukan untuk memperkuat Focal Point, antara lain:
  • Posisi - Tempatkan pada posisi terdepan, dan rule-of-third bisa menjadi ide yang baik untuk memotretnya.
  • Fokus - Pelajari Depth-of-Field atau DoF untuk mengaburkan elemen-elemenlain di depan atau dibelakang subyek foto.
  • Blur - Jika ingin sekali sedikit "Tricky" coba bermain dengan menggunakan shutter speed lambat pada saat subyek utama Anda dalam keadaan diam dan obyek di sekelilingnya bergerak.
  • Ukuran - Membuat Focal Point tampak besar bukan satu-satunya cara agar tampak dominan, tetapi bisa menjadi cara efektif yang sangat membantu
  • Warna - Penggunaan kontras warna bisa jadi sebuah cara memberikan bagian Point-of-Interest dan memisahkan subyek dengan sekelilingnya.
  • Bentuk - Penggunaan kontras pada bentuk serta tekstur bisa membuat sebuah subyek terlihat berbeda dengan yang lain, terutama pola yang berulang di sekeliling subyek.

TIPE LENSA DSLR

berbagai macam tipe lensa dslr :

  1. Lensa Standard - Ini adalah istilah yang perlahan-lahan sedikit menghilang dari terminologi dunia fotografi. Digunakan untuk mendeskripsikan lensa dengan range 50mm, karena lensa ini biasanya sudah terpasang pada kamera kamera film.
  2. Lensa Kit - Saat ini kebanyakan lensa sudah menjadi satu paket dengan kamera DSLR yang dijual, dan biasanya lensa ini di kenal sebagai lensa kit. Lensa ini kebanyakan adalah lensa zoom, dan secara fungsional dikenal sebagai lensa multi-purpose yang memang didesain untuk kepentingan memotret sehari-hari. Fotografer profesional kebanyakan selalu membeli body kamera dan mengupgrade lensa sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Lensa Prime / Lensa Fix - Lensa Fix merupakan sebuah lensa yang hanya memiliki satu Focal-Length. Terkadang lensa ini menjadi lensa yang kurang populer dimana para fotografer merasa nyamana dengan lensa yang memiliki range Focal-Length di tangan mereka (lihat ulasan lensa zoom dibawah), tetapi bagaimanapun juga lensa fix layak unutk dipertimbangkan. Lensa zoom memang memiliki keuntukngan pada kualitas yang mereka tawarkan, tetapi lensa fix juga dikenal dengan kualitas gambar serta kecepatan. Ketika kebanyakan orang nyaman dengan lensa zoom, kebalikannya Saya lebih menikmati tantangan dalam menggunakan lensa fix, dan mereka membawa sesuatu dalam dunia fotografi saya, dan biasanya saya akan merasa sedikit malas ketika lensa zoom terpasang.
  4. Lensa Zoom / Tele - Lensa zoom merupakan lensa DSLR yang paling populer saat ini, hadir dengan konfigurasi range focal length serta tingkatan kualitas. Keuntungan yang paling terlihat dengan menggunakan lensa ini adalah, Sobat tidak perlu mendekat ke subyek untuk mendapatkan framming yang lebih ketat. Lensa ini bisa memberikan range pendek atau cukup panjang. Hal yang perlu diingat ketika membeli kamera ini adalah, semakin panjang focal-length maka akan semakin berdampak pada camera-shake. Kamera dengan focal length yang jauh seperti (300mm) telah difasilitasi dengan Image Stabilisation (IS) untuk mengurangi camera-shake.
  5. Lensa Makro - Lensa-lensa ini didesain khusus untuk memotret obyek secara close-up. banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan pengaturan 'makro', tetapi menggunakan lensa makro yang sebenarnya akan menghasilkan foto lebih hidup dan memungkinkan Sobat untuk memotret dengan ukuran yang sangat dekat pada obyek.
  6. Lensa Wide - Seperti namanya, lensa ini mememungkinkan penggunanya untuk memotret dan mendapatkan prespektif yang sangat luas. Lensa wide biasnya digunakan pada pemotretan landscape. Lensa wide hadir dengan focal length seperti lensa fix dan lensa zoom, walaupun hanya memiliki sedikit range pada focal-lengthnya. Perhatikan bahwa banyak lensa wide sedikit banyaknya terkadang memberikan efek 'distort' pada hasil foto, terutama pada tepian foto dengan bentuk yang sedikit melengkung. Bagi beberapa orang bisa menjadi efek yang bagus, tetapi terkadang juga berarti efek yang tidak diinginkan.
Lensa 'Fish-Eye' merupakan lensa 'extreme' dari lensa wide, dimana lensa ini didesain khusus untuk memberikan efek 'distort' lengkung pada hasil foto Anda, tetapi sekali lagi hal tersebut tergantung pada gaya serta style seorang fotografer.